Siswi SMA Diperkosa Ayah Sejak 12 Tahun, Ibu Tiri Bantu Pegangi Tangan, Trauma: Saya Sempat Meronta

TRIBUNJATIM.COM - Nasib seorang siswi SMA benar-benar memilukan.




Terkuak kasus yang dialami seorang siswi SMA diperkosa oleh ayahnya sendiri bahkan sejak usianya masih 12 tahun.


Lebih ironis lagi ketika polisi menemukan fakta bahwa sang ibu tiri membantu suaminya.

Ibu tiri siswi SMA tersebut membantunya memegangi tangannya agar tidak berontak.


Tentu saja ada trauma begitu besar yang dialami oleh gadis SMA tersebut.

Informasi baru yang didapatkan TribunJatim.com dari Kompas.com, ternyata korban sudah diperkosa ayahnya sebanyak tujuh kali sejak empat tahun terakhir.


Korban SR, ketika ditemui Kompas.com mengaku memang begitu trauma dengan kejadian yang ia alami itu.


Ibu tiri ikut memaksa dirinya agar mau melayani nafsu bejat sang ayah tiri.


SR mengatakan, kejadian ini bermula ketika ADR ingin tidur dengan anak tirinya.


Entah alasan apa, ADR tiba-tiba berpikiran demikian.


ADR meminta pertolongan istrinya agar memberi uang SR untuk jalan-jalan.


Uang akan diberikan jika korban mau melayani nafsu bejat ayahnya.


Walau sudah menolak, ibu tiri itu tetap memaksanya.


Dirinya juga sudah sempat memberontak agar bisa kabur.

Bahkan, ibu tiri SR memegangi tangannya agar ayah angkatnya itu lebih mudah memperkosanya.


"Saya sempat dipaksa oleh ibu tiri untuk melayani ayah, namun dalam kondisi itu sempat saya merontak hingga tak berdaya."


"Kemudian, ibu saya pegang kedua tangan dan akhirnya saya diperkosa," ujar SR.


Selama empat tahun SR merasa takut untuk melapor hingga tidak ada yang tahu masalah ini.


Setelah sekian lama, SR menceritakan baru berani melaporkannya pada Kamis (5/11/2020).


Kini dirinya merasa trauma dengan apa yang sudah dilakukan ibu dan ayah tirinya.

Sementara itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sorong Kota Bripka Johni Sompotan membenarkan laporan tersebut.


Sehingga, dikutip TribunJatim.com dari TribunWow.com, Johni langsung membentuk tim PPA dan Resmob untuk mengejar pelaku ADR.


Kini polisi masih akan menyelidiki lebih lanjut terkait kasus ini.


Ia masih akan mencari tahu alasan mengapa sang ibu tega menyerahkan anaknya.


Sedangkan korban SR akan diberikan pendampingan agar sembuh dari rasa traumanya.


Pasangan suami istri tersebut kini terjerat Pasal 81 Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.


Mereka terancam hukuman lima sampai 20 tahun penjara.

Selama empat tahun SR merasa takut untuk melapor hingga tidak ada yang tahu masalah ini.


Setelah sekian lama, SR menceritakan baru berani melaporkannya pada Kamis (5/11/2020).


Kini dirinya merasa trauma dengan apa yang sudah dilakukan ibu dan ayah tirinya.


Kasus ini lantas ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolres Sorong Kota.


Keluarga SR kini merasa sangat tidak terima dengan pasangan suami istri tersebut.

Sehingga mereka langsung mendatangi polisi.


Belum diketahui alasan mengapa ibu tiri bisa tega dan mau menyerahkan anaknya untuk diberikan pada suami.


Selain itu, dalam melancarkan perbuatan mereka, pasangan tersebut sering mencampurkan obat tidur pada roti SR.


Sehingga korban tak berdaya setiap diperkosa ayahnya.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to " Siswi SMA Diperkosa Ayah Sejak 12 Tahun, Ibu Tiri Bantu Pegangi Tangan, Trauma: Saya Sempat Meronta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel