Titik Terang Pembunuhan Editor Metro TV: Waktu Kematian, Rambut & Sidik Jari Diketahui, Bunuh Diri?

TRIBUNJATIM.COM - Titik terang kasus pembunuhan editor Metro TV Yodi Prabowo akhirnya mulai sedikit demi sedikit terjawab.



Fakta baru terus bermunculan seiring dengan penyidikan polisi atas misteriusnya kasus Yodi Prabowo.

Kini polisi telah mengantongi pelaku pembunuhan hingga ada dugaan baru soal Yodi Prabowo yang bunuh diri.

Diketahui saat ini polisi berhasil mengulik fakta baru soal waktu kematian Yodi Prabowo hingga kepemilikan rambut serta sidik jari yang ada di jasad.
Apakah mungkin memang Yodi Prabowo bunuh diri?
Misteri terduga pembunuh editor Metro TV Yodi Prabowo belum terkuak meski telah memasuki hari ke-12.

Saat ini polisi tengah mengumpulkan dugaan motif penyebab tewasnya Yodi Prabowo.

Polisi bahkan menemukan sebilah pisau yang berada di balik tubuh jasad editor Metro TV itu.

Hasilnya, anjing pelacak tersebut berhenti di warung kopi.
Waktu Kematian

Berdasarkan penyelidikan sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memperkirakan peristiwa kematian Yodi Prabowo terjadi di atas pukul 00.00 WIB malam.

"Diperkirakan kejadian itu sekitar pukul 12 malam sampai dengan pukul 2 pagi hari. Itu berdasarkan dari hasil keterangan saksi, mulai dia (korban) dari berangkat kantor," ujar Kombes Yusri Yunus pada Selasa (21/7).

Yusri menuturkan, hal itu diketahui berdasarkan temuan sepeda motor korban oleh warga setempat pada pukul 02.00 WIB.
Lokasi motor ditemukan tidak jauh dari tempat korban tergeletak.



"Karena berdasarkan keterangan saksi yang memindahkan sepeda motor yang dia temukan di pinggir jalan dekat TKP tersebut sekitar pukul 2 pagi," jelasnya.


Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman terkait itu, mengingat rekaman CCTV yang didapat tidak dapat memperlihatkan secara jelas.

Sidik jari korban di pisau

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap pisau yang ditemukan di sekitar korban, rupanya ada sidik jari Yodi Prabowo.

"Sementara ini sidik yang ditemukan (hasil labfor) adalah sidik jari korban dan juga DNA si korban sendiri," ujar Yusri.
Rambut dan Sidik Jari di Jasad Korban

Dikutip Tribunnews dari Tribun Jakarta, rambut yang ditemukan di lokasi dekat jasad Yodi Prabowo ternyata milik korban sendiri.

"Rambut itu punya korban," terang Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade, Selasa (21/7/2020).

Sementara untuk bukti sidik jari di pisau, juga tak memberikan petunjuk apapun.



Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengungkapkan sidik jari tersebut milik Yodi Prabowo.

"Sementara ini sidik yang ditemukan (hasil labfor) adalah sidik jari korban dan juga DNA si korban sendiri," kata Yusri, Selasa, dilansir Kompas.com.


Yusri mengatakan tim labfor hingga saat ini masih terus melakukan pendalaman.

"Tim labfor masih terus melakukan pendalaman mudah-mudahan secepatnya akan kita sampaikan ya," ujarnya.

Disisi lain, Tubagus menuturkan pihaknya memiliki sejumlah petunjuk yang bisa dijadikan kunci mengungkap kasus Yodi Prabowo.



Namun, Tubagus enggan berbicara lebih lanjut.
"Ada gambaran tapi nantilah belum saatnya," katanya, dikutip dari Tribun Jakarta.

Soal kemungkinan bunuh diri

Diketahui, hasil labfor mengatakan sidik jari di pisau yang ditemukan di sekitar lokasi penemuan jasad Yodi Prabowo, merupakan milik korban sendiri.

Meski begitu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, tak berani menyimpulkan apakah kasus Yodi Prabowo adalah bunuh diri.
"Belum bisa disimpulkan ke sana (bunuh diri)," ucap Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa, dilansir Warta Kota.

Lebih lanjut, Yusri membeberkan hasil labfor tak menunjukkan adanya tindak kekerasan terhadap Yodi.



Ia mengatakan Yodi Prabowo tewas karena luka tusuk di bagian leher.

"Hasil dari kedokteran forensik tidak ada pemukulan dan tidak ada benda tumpul yang mengenai korban."

"Korban murni adanya tusukan dan sayatan di sekitar leher. Ini yang mengakibatkan korban meninggal dunia," tuturnya.

Di tengah-tengah minimnya petunjuk mengenai kasus Yodi, Yusri Yunus menyebutkan seorang saksi mengaku tahu pelaku pembunuhan.

Terkait hal itu, Yusri menuturkan pihaknya akan melakukan pemeriksaan ulang.
Mengutip Warta Kota, hingga Senin (20/7/2020), sudah 34 saksi diperiksa untuk dimintai keterangan.

"Seperti yang telah disampaikan bahwa salah satu saksi yang merupakan rekan dari almarhum sendiri yang mengatakan dia mengetahui pelaku pembunuhan atau dia berasumsi, kita akan melakukan pemeriksaan ulang atau pemeriksaan tambahan," kata Yusri.

"Rencananya besok atau kita lakukan pemeriksaan ulang terhadap beberapa saksi ini."

"Setelah itu kita akan lakukan anev kembali dan kalau perlu kita gelar juga."

"Kita tunggu saja hasil petunjuk yang didapat dari para penyidik di lapangan," sambungnya.
Rekan Yodi Tahu Siapa Pembunuhnya

Dikutip TribunJatim.com dari Tribun Jakarta pada Rabu (22/7/2020), Yusri menilai bahwa hal itu masih asumsi.

"Bahwa salah satu saksi yang merupakan rekan dari almarhum sendiri yang mengatakan dia mengetahui (kejadian). Dia berasumsi lah ya," kata Yusri.

Meski demikian, dengan keterangan tambahan itu polisi akan melakukan pendalaman.

Selain saksi itu, ada sejumlah saksi lain yang juga akan diperiksa ulang.



"Kita akan lakukan pemeriksaan ulang, pemeriksaan tambahan. Jadi beberapa saksi lainnya juga akan kita lakukan pemeriksaan ulang untuk melengkapi berita acara dan petunjuk lain," katanya.

Selain pengakuan tersebut, Yusri juga mengungkap ada fakta baru terkait pisau yang ditemukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Pisau itu rupanya ditemukan oleh saksi berada di bawah mayat Yodi di pinggir tol Jalan Ulujami, Pesaggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat (10/7/2020).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Titik Terang Pembunuhan Editor Metro TV: Waktu Kematian, Rambut & Sidik Jari Diketahui, Bunuh Diri?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel